Giallonero Telah Kembali

Standar

Udine (Italia) 5 Mei 2002, Juventus merayakan pesta kemenangan scudetto ke-26 setelah mengandaskan perlawanan Udinese di Stadion Friulli dengan skor 0-2. Di saat bersamaan, pesaing terdekatnya yaitu klub yang namanya tidak pantas disebut (baca: Inter Milan) kalah 4-2 dari tuan rumah Lazio. 10 tahun berselang, pasukan “giallonero” Medicament menjalani pertandingan kedua dalam Pharmaciade 2012 cabang sepakbola melawan angkatan 2009.

Setelah dalam pertandingan pertamanya, Medicament berhasil mengalahkan angkatan 2010 dengan skor tipis 2-1, sepertinya punggawa tim mulai yakin bahwa ada peluang untuk mempertahankan gelar tahun lalu. Keyakinan itu semakin bertambah dengan adanya informasi yang menyebutkan beberapa pemain yang sedang PKPA di luar Yogyakarta (Heri, Toni, Arie, dan Rais) akan pulang dengan tujuan hanya untuk memperkuat tim. Dapat dibayangkan bagaimana besarnya hasrat dan semangat yang menggebu-gebu dari seluruh pemain untuk mempersembahkan medali emas kedua pada Pharmaciade tahun ini.

Pertandingan kedua ini rencananya dilaksanakan pada 29 April 2012 di Lapangan De Britto. Namun, karena terjadi salah paham antara pihak panitia dengan pengelola lapangan, akhirnya pertandingan diundur menjadi hari Sabtu tanggal 5 Mei 2012 di Lapangan Kentungan. Ternyata masalah belum berakhir. Pertandingan yang dijadwalkan akan dimulai pada pukul 10.00, malah mundur hingga pukul 11.00. Kondisi seperti ini merupakan pengalaman pertama kalinya bagi Medicament, yaitu bermain dalam cuaca yang panas terik di siang bolong.

Formasi yang digunakan hampir mirip dengan formasi Juventus musim 2011-2012, yaitu 4-3-3. Posisi kiper diisi oleh Naufal; duet bek tengah dilakoni M.Lutfi dan K.Veasna; peran bek sayap diambil Hilal di sisi kiri dan Whisnu di sisi kanan; Muslim bertugas sebagai ball winning midfielder; Heri berperan sebagai box to box midfielder; Ojik merupakan central midfielder; penyerang sayap yaitu Meida di sisi kiri dan Ocky di sisi kanan; dan sebagai target man adalah Rais.

Babak pertama pun dimulai. Kedua tim nampaknya masih malu-malu untuk melakukan serangan, walaupun Medicament lebih banyak menguasai bola daripada 2009. Permainan Medicament lebih hidup dan bervariasi, lini tengah yang dikomandani Heri lebih sabar untuk memainkan bola dan tidak terburu-buru dalam melepaskan bola ke depan. Peluang pertama dalam pertandingan ini dimiliki Medicament, ketika bola tendangan Ocky masih bisa ditepis oleh Eko, kiper 2009.

Menit-menit berikutnya, Medicament tetap mendominasi permainan dengan mengalirkan bola ke penyerang sayap dan langsung melakukan penetrasi ke kotak penalti 2009. Serangan lewat sayap terbukti efektif karena mampu membuat lini pertahanan 2009 kalang kabut, sehingga beberapa kali Medicament mendapatkan tendangan sudut. Sementara itu, 2009 yang terus ditekan berusaha menyerang dengan mengandalkan serangan balik lewat sisi kanan pertahanan Medicament. Berulang kali Whisnu dan M.Lutfi harus menahan manuver individu pemain 2009. Pada pertengahan babak pertama, hampir saja pertahanan Medicament dapat ditembus, untung dapat digagalkan dan hanya menghasilkan tendangan sudut untuk 2009.

Panasnya cuaca mulai memakan korban bagi Medicament. Menjelang selesainya babak pertama, Muslim sudah tidak kuat berlari mengejar bola, wajahnya pucat, dan akhirnya muntah di tengah lapangan. Tidak mau mengambil resiko, pada menit ke-28 Arie masuk menggantikan Muslim. Akhir babak pertama berjalan lambat, tidak ada serangan yang membahayakan lawan, dan kedua tim sudah kehabisan stamina. Peluit berbunyi, babak pertama masih imbang 0-0.

Pertandingan dilanjutkan dengan didahului pergantian pemain. Whisnu yang sudah kelelahan digantikan Toni yang baru saja sampai Yogyakarta. Masuknya Toni mengubah permainan Medicament lebih menyerang dengan formasi seperti 3-4-3. Menit ke-36, di dalam kotak penalti 2009, Rais mencoba menghalangi Eko yang akan menendang bola. Wasit merasa tindakan tersebut mengganggu Eko dan sebagai peringatan Rais mendapatkan kartu kuning. Sungguh sangat disayangkan, kartu kuning dari tindakan yang tidak perlu.

Pola serangan babak kedua sedikit berbeda dengan babak pertama. Jika 30 menit pertama hanya mengandalkan kecepatan penyerang sayapnya, pada 30 menit kedua dibumbui dengan percobaan tendangan jarak jauh. Strategi ini terbukti sukses. Tendangan spekulasi Meida dari sisi kanan pertahanan 2009 memecah kebuntuan pada menit ke-42. Proses gol ini cukup menarik. Diawali dari tendangan Meida yang tidak terlalu keras, sehingga pemain lainnya hanya bisa melongo, bahkan ada yang langsung membalikkan badan. Akan tetapi, karena bolanya memantul tanah, Eko gagal menangkapnya dengan sempurna, terlepas, dan bola masuk ke gawang melalui selangkangannya. 1-0 untuk Medicament.

Menit ke-45 Hilal keluar dan sebagai penggantinya masuk Nicko. Formasi kembali berubah, bahkan lebih radikal. Untuk mengawal lini pertahanan, hanya dijaga oleh duet bek K.Veasna dan M.Lutfi atau dengan kata lain, formasinya menjadi 2-5-3. Sepertinya, Medicament ingin menambah pundi-pundi golnya. Harapan itu terwujud 8 menit kemudian. Meida yang menusuk ke kotak penalti dari sisi kanan pertahanan 2009 berhasil mengelabui 3 pemain bertahan lawan. Dengan tenangnya, dia menceploskan bola ke gawang tanpa bisa dijangkau Eko yang sudah mati langkah. Masuk, skor menjadi 2-0.

Tertinggal 2 gol, 2009 mulai berani untuk menyerang dari berbagai sisi lapangan, terutama melalui umpan-umpan lambung yang disebabkan lini tengah tetap dikendalikan Medicament. Hingga pada menit ke-54, salah seorang pemain depan 2009 mampu menggiring bola melewati 2 bek Medicament. Lewat satu sentuhan bersih dari belakang, K.Veasna berhasil merebut bola dan pemain 2009 terjatuh. Walaupun wasit cukup jauh dari tempat kejadian, tanpa ragu-ragu menghukum K.Veasna dengan kartu kuning dan memberikan tendangan bebas kepada 2009. Beruntung bagi Medicament, bola dapat dihalau pagar betis dengan baik.

Pertandingan memasuki menit-menit akhir dan kedua tim sudah tidak bernafsu lagi untuk menyerang. Keajaiban terjadi. Pada menit ke-56, tendangan parabolik Heri dari 1/3 lapangan meluncur mulus ke gawang tanpa bisa dihalau Eko. Gol ketiga yang semakin mempertegas keunggulan Medicament. Priiittt… Peluit berbunyi kembali dan skor akhir 3-0. Naufal sang kiper seperti tidak bekerja alias makan gaji buta, karena tidak ada serangan berarti yang dilancarkan 2009. Sumbangan 2 golnya, mengantarkan Meida sebagai pemain terbaik pada pertandingan ini.

Dibandingkan pertandingan pertama 1 bulan yang lalu, permainan Medicament mengalami peningkatan. Benteng pertahanan tampil solid, lugas, dan tanpa celah. Lini tengah berani memainkan umpan satu-dua, mengalirkan bola ke depan dengan rapi, dan mempunyai inisiatif untuk melakukan tendangan jarak jauh. Sektor depan sukses menusuk melalui sayap dan mengajak adu kecepatan dengan pemain belakang lawan. Untuk posisi kiper, tidak mendapatkan komentar apa-apa. Namun, bukan berarti secara keseluruhan sudah sempurna, melainkan masih ada satu hal yang mengganjal yaitu masalah stamina. Seperti biasa, di pertengahan pertandingan, stamina mulai menurun dan berakibat pada memudarnya konsentrasi pemain di lapangan. Semoga di pertandingan-pertandingan berikutnya, stamina bukan lagi menjadi masalah, melainkan sebagai senjata rahasia dan Medicament senantiasa diberikan keberuntungan (lagi)…

 Yogyakarta, 17 Mei 2012

Medicament 2007 (3 : 0) 2009

(Meida 42′, 53′, Heri 56′ )

2007

19-M.Naufal; 28-Hilal (55-Nicko 45′), 22-K.Veasna (kk 54′), 16-M.Lutfi, 72-Whisnu (21-Toni 31′); 18-Muslim (4-Arie 28′), 34-Murojil, 2-Heri; 10-Meida, 7-Ocky (c), 8-Rais (kk 36′)

2 responses »

  1. Ping-balik: Drama 2 Babak, 1 Kartu Kuning, dan 2 Penalti « —nurulhilalussodikalfauzani—

  2. Ping-balik: Bergegas Menuju Emas « —nurulhilalussodikalfauzani—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s