Bergegas Menuju Emas

Standar

Kesuksesan Borussia Dortmund merengkuh DFB Pokal 2012 dengan mengalahkan Bayern Muenchen, menginspirasi “adiknya” yaitu Giallonero Medicament untuk mengikuti jejak sang kakak. Entah kebetulan atau tidak, ada 2 persamaan antara kakak beradik tersebut. Dua bersaudara mempunyai warna kostum yang sama yaitu dominan kuning dengan tambahan hitam dan menjalani pertandingan yang menentukan pada tanggal yang sama yaitu Ahad, 13 Mei 2012. Bedanya, Die Borussien telah bermain dahulu di Stadion Olympia (Berlin), sedangkan Medicament akan bermain melawan angkatan 2008 pada pukul 07.30 WIB di Lapangan Kentungan dalam lanjutan Pharmaciade 2012 cabang sepakbola. Sementara itu, pada pertandingan kedua yang berlangsung satu pekan sebelumnya, Medicament bermain luar biasa dan mampu mengalahkan angkatan 2009.

Pensiunnya 2006 dari dunia persepakbolaan membuat Medicament dan 2008 digadang-gadang menjadi penguasa berikutnya. Terbukti dari 2 kali kemenangan yang dipetik oleh kedua tim, menyebabkan pertandingan ini layaknya final. Tim yang menang berpeluang besar mendapatkan medali emas dari cabang paling bergengsi dalam Pharmaciade 2012. Sejumlah pemerhati sepakbola sudah memprediksi bahwa pertemuan yang keempat antara kedua tim akan berlangsung keras, panas, tempo cepat, dan banyak kontroversi tersaji. Demi menghadapi partai sarat gengsi ini, tidak hanya punggawa Medicament yang sedang PKPA di luar Yogyakarta (Heri, Toni, Arie, dan Rais) yang merelakan waktu, tenaga, dan hartanya untuk pulang kandang, tetapi M.Lutfi, Meida, dan Hilal juga berkorban untuk terlambat masuk kuliah Manajemen Produksi yang diampu oleh salah satu punggawa Medicament.

Formasi yang disiapkan sama persis dengan pertandingan sebelumnya, yaitu 4-3-3. Aziz kembali ke posisi asalnya sebagai kiper. Duet bek tengah tetap diisi M.Lutfi dan K.Veasna; bek sayap dilakoni Hilal di sisi kiri dan Toni di sisi kanan; Arie sebagai ball winning midfielder; Heri bertugas sebagai box to box midfielder; Ojik berperan sebagai central midfielder; penyerang sayap yaitu Meida di sisi kiri dan Ocky di sisi kanan; dan sebagai target man adalah Rais. Di bangku cadangan, sudah bersiap Bagus, Whisnu, dan Nicko.

Pertandingan belum dimulai, kedua tim sudah bertanding memperebutkan siapa yang tetap menggunakan kostumnya dan siapa yang menggunakan rompi. Hal ini dikarenakan warna kostum yang mirip, walaupun warna kostum 2008 lebih ke arah krem gelap. Melalui berbagai pertimbangan, antara lain ada 3 pemain 2008 yang tidak memakai kostum dan ini tahun terakhir Medicament memakai kostumnya, akhirnya diputuskan 2008 menggunakan rompi berwarna hijau.

Medicament mengawali babak pertama dengan 10 pemain karena M.Lutfi datang terlambat. Sejak awal pertandingan, prediksi sudah terbukti. Kedua tim berusaha menguasai lapangan tengah, benturan antarpemain sering terjadi, dan bola lebih banyak bergulir di tengah lapangan. Pola serangan 2008 mengandalkan kecepatan pemain sayap terutama Candra dan Togar di sayap kanan. Atas inisiatif Toni, Hilal berpindah ke kanan dan Toni mengisi posisi Hilal sebelumnya. Strategi cerdas yang sukses memperdaya 2008, karena mereka tidak menyadarinya, sehingga terus-menerus membombardir Medicament lewat sayap kanan mereka. Hasilnya, serangan mereka berhasil dipatahkan oleh Toni dan K.Veasna.

Mencoba mengulangi kesuksesan melawan 2009, Medicament memulai serangan dari lini tengah dan diberikan kepada penyerang sayap. Umpan-umpan yang dilepaskan Heri dan Ojik memanjakan Meida dan Ocky yang meneruskannya dengan mengajak adu lari pemain bertahan 2008. Menit ke-17 Medicament bersorak. Penetrasi Ocky ke sisi kiri pertahanan 2008 dilanjutkan dengan umpan matangnya ke dalam kotak penalti dan Rais telah menunggu. Tanpa membuang kesempatan, kaki kanan Rais menjebol gawang 2008 yang dijaga Nove. 1-0 untuk Medicament.

Gol yang menjadikan pertandingan semakin seru dan panas. Medicament bernafsu menggandakan keunggulan, 2008 berusaha menyamakan kedudukan, dan pelanggaran demi pelanggaran terjadi dengan mudahnya. Salah satunya pada menit ke-20. Pergerakan pemain 2008 di depan kotak penalti Medicament harus dihentikan Arie. Tendangan bebas untuk 2008 di posisi yang sangat strategis. Berbekal pengalaman dan ketenangan yang dimiliki Aziz, peluang matang tersebut dapat diantisipasi dengan baik, good save.

Tidak perlu menunggu lama, gol tambahan datang juga. Berawal dari gagalnya serangan 2008 di sisi kanan pertahanan Medicament, Heri mengumpan kepada Meida dan diteruskan ke Toni. Melihat pergerakan Rais yang bebas, Toni mengirim bola lambung kepadanya dan tanpa basa-basi, Rais memberikan bola ke Ocky. Ocky langsung mengeluarkan skill individunya dalam hal menggocek bola. Setelah mengelabui 2 pemain bertahan 2008, Ocky melepaskan tendangan menyusur tanah yang meluncur deras ke arah kanan gawang Nove. Menit ke-22, Medicament 2, 2008 masih 0.

Tertinggal 2 gol, 2008 tersadar dan mengubah pola serangannya melalui sisi kanan Medicament. Ojik dan Hilal bahu-membahu menahan gempuran dari Dandiko dan Toga. Ketika bola melewati mereka berdua, M.Lutfi telah siap menutup lubang dan membuang bola sejauh-jauhnya. Peluit berbunyi dan babak pertama berakhir. Saat istirahat, Meida berkomentar bahwa lini tengah Medicament kalah garang dibandingkan 2008. Biarpun unggul sementara 2-0, tapi secara permainan kita hampir setara dan beruntung penyelesaian akhir 2008 tidak bagus, tambahnya.

Awal babak kedua, Medicament tampil buruk, lini tengah tidak fokus, dan sering kehilangan bola. Ojik yang baru saja menjalani operasi tidak bisa melanjutkan pertandingan karena rasa sakit di kakinya kambuh lagi. Bagus masuk menggantikannya pada menit ke-37. Bagus yang belum panas tampak kebingungan mengawal Nanud yang maju ke depan, sehingga Nanud mampu memberikan umpan yang memanjakan pemain depan 2008.

Petaka bagi Medicament. Setelah mendapatkan umpan dari Nanud, Toga yang lepas dari penjagaan berhasil masuk ke kotak penalti Medicament. Beberapa detik kemudian, terjadi benturan antara Toga dan K.Veasna selaku orang terakhir, bola terlepas, dan Toga terjatuh. Walaupun ragu karena jauh dari tempat kejadian, wasit menunjuk titik putih, penalti. Sontak para pemain Medicament tidak menerima keputusan tersebut. Seandainya saja ada siaran ulang, maka akan terlihat bahwa sebelumnya K.Veasna telah merebut bola dari Toga meskipun dari belakang dan benturan yang terjadi akibat jatuhnya K.Veasna yang mengenai badan Toga. Wasit tetap pada pendiriannya dan Togar sukses menceploskan bola ke gawang. Menit ke-40, 2008 memecahkan telur.

Seakan mendapatkan momentum untuk mencetak gol kedua, 2008 terus mengurung Medicament. Anehnya, permainan Medicament semakin tidak karuan dan terkesan kehilangan semangat. Pada menit ke-44, Nanud yang melihat celah di depan gawang Medicament, segera menendang bola dengan kerasnya. Hilal yang berada 2 meter di depannya mencoba menutup. Naas bagi Hilal, bola mengenai ulu hatinya dan seketika itu dia terkapar. Efeknya, selama sekian detik, dia mengalami kesulitan bernapas. Pertandingan tetap dilanjutkan karena wasit tidak mengetahui kejadian tersebut. Pertandingan baru dihentikan saat terjadi pelanggaran untuk 2008. Kondisi Hilal sedikit membaik setelah Togar membantu meregangkan perutnya. Hilal keluar digantikan Whisnu dan Nicko masuk menggantikan Arie yang kehabisan tenaga.

Pertandingan dilanjutkan kembali dengan tendangan bebas yang dihadapi Togar. Sama seperti pada babak pertama, Aziz mampu menangkap bola secara sempurna. Tanpa basa-basi, Aziz menendang bola sekencang-kencangnya dan Ocky telah siap menyambutnya. Layaknya Maradona ketika menjebol gawang Inggris, Ocky menggiring bola sendirian ke kotak 12 pas dan menggetarkan gawang 2008 yang di babak kedua ini dijaga Wahyu. Skor sementara 3-1.

Gol ketiga Ocky dalam Pharmaciade 2012 meruntuhkan semangat 2008 dan Medicament mengambil alih kendali permainan. Meida yang selama 50 menit belum mendapatkan peluang, akhirnya memperoleh kesempatan pertamanya. Menusuk sendirian, Meida melewati bek dan kiper 2008. Namun, keberuntungan belum berpihak kepadanya, karena Meida tidak bisa mengendalikan laju bola dan keburu keluar dari lapangan. Tiga menit kemudian, Meida mengirim umpan terobosan ke Ocky. Seperti ingin memberikan contoh kepada Meida, Ocky menipu 4 pemain 2008 termasuk kiper dan dengan tenang memasukkan bola ke dalam gawang yang telah kosong. Hattrick pada pertandingan ketiga, 4-1. Wahyu yang salah jatuh, keluar dan posisinya digantikan Dan.

Memasuki menit-menit akhir, Meida yang masih penasaran, mencoba peruntungan dengan menendang dari jarak cukup jauh. Dan yang berada pada posisi yang tepat menepis bola ke atas. Akan tetapi, bola tetap mengarah ke gawang dan dramatisnya bola membentur mistar gawang. Sungguh bukan harinya Meida. Pertandingan berakhir dengan skor 4-1 untuk keunggulan Medicament dan tinggal selangkah lagi meraih medali emas. Ocky yang mencetak 3 gol didaulat sebagai pemain terbaik.

Banyak hal yang harus dievaluasi pada pertandingan ini, tidak hanya internal tim, tetapi juga untuk official. Konsentrasi dan konsistensi para pemain perlu diperbaiki, terutama saat kondisi ditekan. Gol 2008 terjadi karena lengahnya barisan pertahanan dan setelah itu pemain kehilangan semangat bermain. Seandainya 2008 memiliki penyerang yang haus gol dan bek yang tangguh, mungkin saja hasil akhir akan berbeda.

Selain itu, kepemimpinan wasit dapat dikatakan kurang memuaskan. Posisi wasit yang jauh dari bola mengakibatkan banyak kejadian yang tidak diketahui wasit, seperti pelanggaran dan offside. Ketika mengambil keputusan pun, wasit kurang tegas dan cenderung mudah diintervensi oleh pemain. Mungkin karena wasitnya berasal dari angkatan bawah, sehingga ada ketakutan atau rasa segan dengan seniornya.

Semoga pada pertandingan terakhir nanti, wasit memperbaiki kinerjanya, Medicament bermain dengan determinasi penuh dan tetap dinaungi keberuntungan…

Yogyakarta, 27 Mei 2012

Medicament 2007 (4 : 1) 2008

(Rais 17′, Ocky 22′, 47′ 53′ ; Togar pen 40′)

2007

5-Aziz; 21-Toni, 22-K.Veasna, 16-M.Lutfi, 28-Hilal (72-Whisnu 45′); 4-Arie (55-Nicko 45′), 34-Murojil (66-Bagus 37′), 2-Heri; 10-Meida, 7-Ocky (c), 8-Rais

One response »

  1. Ping-balik: Giallonero Telah Kembali « —nurulhilalussodikalfauzani—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s