Kisah Informan dan Armada Bus

Standar

Beragamnya jenis transportasi tetap tidak menggoyahkan bus sebagai salah satu transportasi favorit masyarakat Indonesia. Dibandingkan yang lainnya, keunggulan bus terletak pada fleksibilitasnya. Jika menggunakan kereta api, maka harus naik dan turun di stasiun. Terlebih lagi pesawat terbang, masih banyak kota yang belum memiliki bandara.

Kekosongan inilah yang coba dimanfaatkan oleh bus. Saat ini, hampir setiap ruas jalan di kota sudah penuh sesak oleh kendaraan besar beroda empat. Dampak positifnya adalah pengguna transportasi bisa memilih bus sesuka hatinya. Akan tetapi, masalah juga muncul. Dengan pertumbuhan penumpang yang sedikit dan jumlah armada yang semakin banyak, maka akan terjadi persaingan yang tinggi antarbus.

Setiap armada ingin mendapatkan penumpang sebanyak-banyaknya dan jangan sampai penumpang naik bus yang menjadi saingannya. Ternyata, armada bus cukup kreatif menyikapi kondisi tersebut. Mereka menggunakan orang ketiga sebagai pemberi informasi keberadaan bus saingannya. Beberapa hal menarik mengenai simbiosis mutualisme antara armada bus dengan informan ini adalah sebagai berikut:

  1. Informan berada di lokasi yang strategis. Entah itu perempatan, pertigaan, atau malah terminal bayangan.
  2. Informasi yang diberikan biasanya berupa jumlah penumpang potensial yang ada di lokasi tersebut, jam berapa bus yang lain berangkat, bus sebelumnya penuh atau tidak, dan lain sebagainya.
  3. Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin banyak uang yang didapatkan informan. Ada kesepakatan tidak tertulis antara armada bus dengan informan mengenai besar tarifnya.
  4. Satu informan bisa bekerja sama dengan seluruh armada bus.
  5. Dalam 1 lokasi, terkadang terdapat lebih dari 1 informan. Mereka terorganisasi dengan baik sehingga tidak saling berebut. Bahkan ada yang menerapkan sistem jaga bergantian.
  6. Terkadang, petugas di terminal juga berfungsi ganda. Selain menjalankan tugasnya, mereka juga bertindak sebagai informan.
  7. Informan juga mengikuti perkembangan tekonologi. Zaman dahulu, mereka hanya bermodalkan mata, mulut, telinga, dan tangan. Sedangkan saat ini, mereka telah mengandalkan telepon seluler sehingga perkembangan informasi terbaru sampai lebih cepat dan dinamis.
  8. Seandainya jarak antarbus jauh, bus yang berada di depan akan memperlambat lajunya sehingga peluang mendapatkan penumpang menjadi lebih besar.

Secara tidak langsung, pendapatan bus dipengaruhi informan. Jika tidak bijak dalam pengelolaan informasi, armada bus dapat mengambil keputusan yang salah. Sudah mengeluarkan uang untuk infoman, malah tidak mendapatkan penumpang. Rugi bandar jadinya…

Yogyakarta, 16 Januari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s