100% Mahasiswa Farmasi UGM

Standar

Menjadi mahasiswa seutuhnya merupakan hal yang sulit, terlebih lagi menjadi mahasiswa Farmasi UGM seutuhnya (100%). Nah, pada tulisan ini aku akan membeberkan tindakan yang (harus) dilakukan agar mendapatkan predikat tersebut.

Mahasiswa baru:

  • Kebingungan mencari pintu masuk Farmasi UGM
  • Pesan jas praktikum melalui kertas yang diedarkan di kelas
  • Terpengaruh beli banyak buku (terutama farmakope dan ISO), tapi akhirnya hanya jadi pajangan di rak
  • Pinjam materi, soal, dan (tentunya) laporan kakak angkatan
  • Main-main lift di Gedung Radioputro fakultas sebelah
  • Putus asa belajar Kimia Organik
  • Gagal membuat emulsi di praktikum Farmasetika
  • Gemetar saat memegang kuvet
  • Setahun hanya dua kali ketemu DPA (Dosen Pembimbing Akademik)
  • Merasa salah jurusan dan ingin keluar (pindah jurusan)
  • Makan bakso di kantin
  • Iseng-iseng ikut organisasi

Mahasiswa pertengahan:

  • Gagal paham kuliah di filsafat
  • Berharap jadi asisten praktikum
  • Lembur demi mengerjakan laporan praktikum
  • Trauma bercengkerama dengan tikus atau mencit
  • Inhal di praktikum tertentu
  • Memecahkan alat-alat laboratorium dan harus menggantinya
  • Ngrasani dosen dan asisten praktikum
  • Bingung memilih minat
  • Menebak nilai yang belum keluar di hari terakhir pendaftaran remidi
  • Mengeluh tidak ada sumber listrik di lobi unit I
  • Asyik mengerjakan PKM (minimal membuat proposal, entah diterima atau ditolak)
  • Cinta lokasi dengan teman seangkatan, sekelas, segolongan, atau malah sekelompok praktikum
  • Mencatat, memfoto, mengingat, atau malah menilap soal ujian sebagai persiapan menghadapi remidi
  • Merinding di unit V setengah
  • Berharap Farmasi UGM punya auditorium sendiri, sehingga tidak bingung mencari tempat untuk seminar nasional
  • Daftar panitia P2SMB supaya bisa tebar pesona
  • Terperangkap jadi petinggi organisasi

Mahasiswa senior:

  • Disemprot laboran, pegawai perpus, dan petugas akademik😀
  • Mengakali daftar absensi (titip absen, tanda tangan ketika dosen sudah keluar, atau yang paling parah tanda tangan di ruang akademik)
  • KKN di antar semester genap-ganjil supaya lulus 3,5 tahun atau di semester 8 bisa mengulang mata kuliah sebanyak-banyaknya
  • Kabur dari tempat KKN untuk remidi
  • Sering ke ruang dosen untuk mencari proyek (sekaligus skripsi)
  • Memilih dosen pembimbing skripsi karena fisik
  • Mencari ide menulis skripsi dengan melihat skripsi kakak angkatan
  • Menyesal sering bolos kuliah statistik
  • Bolos kuliah untuk ngelab dan konsultasi skripsi
  • Datang ke seminar hanya untuk mencari makanan
  • Menambah semester karena masih betah di kampus dan (tentu saja) memperbaiki nilai
  • Cuek dengan (mantan) organisasinya
  • Pulang lebih dari jam 16 agar tidak memutar

Silakan dihitung berapa persenkah pembaca sebagai mahasiswa Farmasi UGM. Selanjutnya, sebutkanlah hasilnya di kolom komentar. Aku sendiri hanya 71,43% dan mendapat nilai B (kurang dari 75%). Bagi pembaca yang ingin menambahkan kriteria, silakan sampaikan kriterianya di kolom komentar dan secepatnya akan aku masukkan di tulisan.

Yogyakarta, 13 Maret 2013

A ≥ 75
65 ≤ B < 75
55 ≤ C < 65
45 ≤ D < 55
E ≤ 45

9 responses »

  1. Katanya daya saing buat masuk farmasi UGM tinggi banget ya? Setingkat di bawah kedokteran UGM gitu. Betul nggak sih? Pengen banget masuk ke farmasi UGM tapi agak ciut nyali aja gara-gara rumor yang beredar.. Minta infonya dong tentang persyaratan masuk farmasi UGM.. terima kasih🙂

    • dari data tahun 2012, memang farmasi ugm peminatnya nomer 2 setelah kedokteran ugm, utk yg ipa lho ya… utk snmptn undangan yg daftar 3614, yg diterima hanya 166… sdgkn snmptn tertulis yg daftar 1948, yg diterima hanya 67…
      mengenai syarat masuknya, hampir sama dgn prodi lain, yg penting lulus ujian masuknya… tapi, tidak boleh buta warna…
      semoga sukses…😀

  2. aku maba :3

    Kebingungan mencari pintu masuk Farmasi UGM (ah, aku naik sepeda kok, lewat pintu keluar juga nggak masalah :3 *alibi masih belum tahu pintu masuknya dimana*)

    Pesan jas praktikum melalui kertas yang diedarkan di kelas (aku pesannya waktu habis tes toefl, tapi nggak dibikinin karena ada gagal paham, jadinya aku beli di kopma :P)

    Terpengaruh beli banyak buku (terutama farmakope dan ISO), tapi akhirnya hanya jadi pajangan di rak (belum beli buku apa-apa -_-)

    Pinjam materi, soal, dan (tentunya) laporan kakak angkatan (aku pinjam punya teman -_-)

    Main-main lift di Gedung Radioputro fakultas sebelah (aaak ini gue banget!)

    Putus asa belajar Kimia Organik (farmasi fisik -_-)

    Gagal membuat emulsi di praktikum Farmasetika (hmm, kita belum ada praktikum farset)

    Gemetar saat memegang kuvet (kuvet itu apa :3)

    Setahun hanya dua kali ketemu DPA (Dosen Pembimbing Akademik) (btw DPAku siapa ya?)

    Merasa salah jurusan dan ingin keluar (pindah jurusan) (kadang -_-)

    Makan bakso di kantin (belum pernah :3)

    Iseng-iseng ikut organisasi (tersenyum malu-malu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s