Perjuangan Merengkuh Apoteker (Semester 1)

Standar

Catatan: Tulisan ini aku persembahkan untuk almamater tercinta Farmasi UGM yang telah mendidikku sehingga aku pantas menyandang sebutan Apoteker dan 40 teman sejawat (dengan 1 teman lainnya yang belum selesai) yang telah mewarnai hari-hariku.

Ketika sebagian besar mahasiswa S1 berkeinginan lulus tepat waktu (8 semester) dan langsung masuk profesi pada bulan September, muncul sosok pencilan yang tidak mau bergabung dengan mayoritas. Sosok itu adalah aku. Sejatinya, terdapat 3 alasan mengapa aku menambah semester dan masuk profesi periode Februari. Pertama, aku berusaha memperbaiki IPK dahulu agar IPKku layak. Kedua, aku ingin merasakan suasana baru bersama teman-teman baru dengan jumlah mahasiswa yang lebih sedikit. Yang terakhir, semakin sedikit mahasiswa, maka semakin besar peluang untuk mendapatkan hal yang lebih.

Jalan tak selamanya lurus, mulus, dan bebas hambatan. Baru saja mulai berjalan, kerikil mulai muncul. Waktu itu terjadi ketidakjelasan dari pihak akademik profesi mengenai surat keterangan telah menyelesaikan kuliah S1 (Gambar 1). Ada yang mengatakan boleh dan ada yang berpendapat tidak, karena dapat berpengaruh ke penilaian akreditasi profesi. Seandainya dilakukan audit dan ditemukan mahasiswa yang mendaftar tanpa melampirkan ijazah S1, maka akan mengurangi nilai. Memang akreditasi untuk profesi merupakan peraturan yang baru dan pengelola profesi berusaha memperoleh nilai A. Setelah melakukan pendekatan secara intensif, akhirnya didapatkan hasil yang memuaskan, surat sakti (kami menyebutnya demikian) bisa digunakan untuk mendaftar.

surat saktiGambar 1

Waktu yang dinanti telah datang. Kami dikumpulkan dalam agenda penjelasan kurikulum profesi di ruang kuliah V (kelas kami). Namun, tidak semua mahasiswa hadir. Aku baru tahu kalau tidak semua nama yang tercantum dalam daftar hadir akan mengikuti kuliah profesi. Beberapa mundur karena belum menyelesaikan skripsinya, sehingga mahasiswa profesi periode Februari 2012 berjumlah 42 orang (Gambar 2), terdiri dari 8 orang Minat Rumah Sakit dan 34 orang Minat Industri. Hal yang menarik dari pertemuan itu adalah pak Nanang menyarankan mahasiswa minat Industri mengambil mata kuliah pilihan Farmasi Rumah Sakit dan yang minatnya Rumah Sakit diminta memilih Farmasi Industri dan Manajemen Produksi. Efeknya dahsyat, banyak mahasiswa yang mengikuti nasehat beliau, termasuk aku.

mahasiswa profesi apt feb 2012Gambar 2

Perkuliahan dimulai pada tanggal 20 Februari 2012. Hari pertama sudah ada yang datang terlambat, tidak jauh berbeda dengan S1. Kuliah perdana adalah Etika dan Perundang-undangan Farmasi. Aku berkeyakinan bahwa terdapat maksud tersirat dari jadwal mata kuliah (Gambar 3). Pengelola profesi menempatkan kuliah tersebut sebagai pembuka agar kami tersadar dengan realita dunia kefarmasian Indonesia dan mempunyai semangat untuk memperbaikinya. Banyak ilmu aku dapatkan dari materi kuliah yang disampaikan dan salah satunya menginspirasiku untuk menuangkannya dalam tulisan.

jadwal kuliahGambar 3

Pekan kedua kuliah disibukkan dengan membayar biaya kuliah profesi di Bank Niaga atau BRI. Uang yang dikeluarkan untuk biaya kuliah sebesar Rp3.290.000,00 (Gambar 4) dengan rincian Rp500.000,00 untuk SPP, Rp2.750.000,00 untuk BOP, dan Rp40.000,00 untuk GMC. Beruntung sekali aku masuk Februari 2012 karena biaya kuliah untuk periode selanjutnya (September 2012) naik 1 juta rupiah sehingga menjadi Rp4.290.000,00. Saat membayar itulah aku merasa sudah sah sebagai mahasiswa profesi. Pada pekan ini pula, aku menjadi ketua kelas dan meminta bantuan beberapa orang menjadi pengurus kelas. Mereka adalah Raisha (sekretaris), Dinar (bendahara), Muslim (ketua panitia sumpahan), dan Fany (penanggung jawab kuliah tamu). Berdasarkan usul dari teman-teman, disepakati dibentuk Study Club untuk masing-masing mata kuliah (Gambar 5) dan adanya portal akademik yang dikelola Arif (kabarnya sekarang bagaimana ya?).

bayar kuliahGambar 4

sc biofarGambar 5

Penyakitku sejak S1 ternyata belum sembuh yaitu mengantuk dan malas mencatat. Untuk mengatasinya aku mempunyai berbagai macam obat, seperti mengulum permen dan cuci muka untuk menghilangkan kantuk. Supaya ada kemauan untuk mencatat, aku menyiapkan kertas bekas skripsiku dulu dan dipisahkan berdasarkan mata kuliah (Gambar 6). Strategi ini berjalan sukses kurang lebih 4 pekan saja, karena pada akhirnya aku kembali ke sediakala bahkan aku memiliki kebiasaan baru yaitu menyalakan laptop selama kuliah berlangsung. Maafkan aku, bapak dan ibu dosen.

catatan farklinGambar 6

Mahasiswa minat Rumah Sakit mendapatkan bintang jatuh, mereka diwajibkan mengikuti Praktikum Compounding and Dispensing (Gambar 7). Pada periode-periode sebelumnya praktikum tersebut hanya menjadi mata kuliah pilihan. Perubahan ini diambil karena berdasarkan rekam jejak, masih banyak mahasiswa minat Rumah Sakit yang kurang cakap dalam mencampur sdan membagi. Sebelum praktikum dimulai ada tes pendahuluan berupa mini kuis dan tes obat. Dari empat kali mini kuis, aku hanya lolos (mendapatkan nilai di atas 7) satu kali, sehingga tiga kali aku harus mengerjakan pekerjaan rumah. Nasib berbeda saat tes obat, aku aman-aman saja.

prakt komdisGambar 7

Apapun praktikumnya pasti selalu mempunyai kesan yang dalam di hatiku. Inilah kesan yang aku (dan teman-teman) dapatkan selama 13 pertemuan Praktikum Compounding and Dispensing:

  • Terpana dengan pasien sehingga konsentrasi buyar dan lupa harus menggali informasi sebanyak-banyaknya
  • Takjub saat melihat tulisan di resep tanpa melakukan apa-apa, apalagi menebak nama obatnya
  • Tidak sempat menghitung dosis dan memikirkan interaksi antarobat
  • Malu-malu kucing ketika berkomunikasi dengan dokter (dosen pembimbing)
  • Grogi diawasi dosen tatkala sedang meracik
  • Hanya membuat 3 kapsul atau pulveres, padahal dalam resep tertulis 20
  • Tidak sempat membuat sediaan dan beralasan obatnya habis
  • Menghafal three prime question dan terlewat begitu saja di depan pasien
  • Inti konseling yaitu istirahat cukup, mengatur pola makan, mengurangi alkohol dan merokok
  • Mengambil gambar semua alat kesehatan
  • Hanya hafal bentuk pompa susu dan windring
  • Tiba-tiba teringat gunting rambut saat responsi alat kesehatan

Di sela-sela padatnya jadwal kuliah, kami memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri melalui acara kuliah tamu. Materi dan pembicara yang menyampaikan disiapkan sendiri oleh kami. Kuliah tamu yang pertama (Gambar 8) menitikberatkan pada materi mengenal diri sendiri dan kepemimpinan (manajemen waktu, berbicara di depan umum). Kuliah tamu yang kedua (Gambar 9) berisi persiapan menghadapi dunia kerja, sehingga materi yang diberikan lebih mengarah ke teknis, seperti membuat surat lamaran, daftar riwayat hidup, dan strategi wawancara. Sebenarnya kami berharap bisa melakukan kunjungan ke instansi yang tidak menjadi lokasi PKPA, yaitu: BPOM, Gudang Farmasi Kabupaten – Dinas Kesehatan, dan klinik pengobatan alternatif (tradisional – herbal). Namun, harapan kami tidak terwujud karena pengelola profesi berpendapat bahwa kunjungan merupakan ranahnya mahasiswa S1.

kultam pertamaGambar 8

kultam 2Gambar 9

Dua belas pekan kami duduk di ruang kuliah V, tibalah saatnya diskusi komprehensif (Gambar 10) yang berlangsung 2 pekan mulai 23 Mei hingga 1 Juni 2012. Masing-masing minat mendapatkan 4 kasus. Minat Industri kebagian kasus pelayanan apotek, manajemen apotek, industri obat, dan industri obat alam. Minat Rumah Sakit membahas kasus pelayanan apotek, manajemen apotek, pelayanan rumah sakit, dan manajemen rumah sakit. Setiap kasus didiskusikan selama 2 hari (Gambar 11). Dimulai dari diskusi kelompok (Gambar 12) dengan didampingi oleh dosen yang bertindak sebagai fasilitator, dilanjutkan dengan diskusi mandiri, dan diakhiri dengan terbitnya makalah. Hari berikutnya dibuka dengan diskusi kelas (Gambar 13) yaitu tiap kelompok memaparkan hasil diskusinya dan dikomentari kelompok yang lain. Setelah itu, disusun kesimpulan kelas oleh perwakilan tiap kelompok dan hasil akhirnya berupa rumusan kelas. Panjangnya tahapan diskusi menyebabkan kami merasa bosan, terlebih lagi jika tidak paham dengan kasus yang sedang dibahas.

diskusi kompreGambar 10

jadwal diskusiGambar 11

diskusi kelompokGambar 12

diskusi kelasGambar 13

Sebagai bentuk penerapan dari tri dharma perguruan tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, pengelola profesi merancang penyuluhan kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa. Penyuluhan ini merupakan syarat mahasiswa mengikuti PKPA di semester berikutnya yang dibuktikan dengan adanya laporan pelaksanaan kegiatan. Lagi-lagi periode Februari 2012 menjadi inisiator. Pada tanggal 1 Juni 2012, kami melaksanakan penyuluhan kesehatan (Gambar 14) di Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Tema yang dibahas mengenai hipertensi dan cara pemusnahan obat. Tidak semua mahasiswa mengikuti acara ini, sehingga mereka yang tidak hadir akan melakukan penyuluhan sendiri dan hasilnya dilaporkan ke pengelola profesi.

pengabdianGambar 14

Hal yang menyenangkan dari kuliah profesi adalah mahasiswa mendapatkan kesempatan sebanyak 4 kali untuk mengikuti ujian, 2 kali pada semester 1 dan sisanya pada semester 2. Mahasiswa bebas mengulang pada ujian keberapa asalkan telah mengikuti ujian pertama. Satu hari terdiri dari 2 mata kuliah, sehingga biasanya mahasiswa akan fokus pada 1 mata kuliah saja dan merelakan yang satunya, yang penting datang ke ruang ujian dan mendapatkan nilai, lagipula masih ada kesempatan untuk memperbaiki nilai. Prinsipnya, lebih baik nilainya A dan C daripada B dan B. Nilai ujian pertama akan keluar antara 1-2 hari sebelum ujian kedua.

Ujian pertama diselenggarakan tanggal 4-15 Juni 2012. Aku hanya berharap tidak mengulangi apa yang didapatkan ketika ujian di S1, nilai yang lengkap mulai dari A hingga E. Strategi dalam menghadapi ujian masih sama persis dengan S1, diawali mengumpulkan soal-soal tahun sebelumnya (Gambar 15), mengerjakannya di kertas yang terpisah dari soal (Gambar 16), membaca materi yang berkaitan dengan soal, dan menebak soal yang akan keluar. Sepertinya strategi ini akan sukses, sebab dari 4 mata kuliah pertama yang keluar nilainya, keempatnya nilaiku A. Namun, angin mulai berubah arah. Aku tidak mendapatkan nilai A satupun di 9 mata kuliah berikutnya, yang lebih miris lagi ada 1 nilai E yang terpampang dengan indahnya.

soal manproGambar 15

jawaban mfkGambar 16

Ujian kedua diadakan setelah ujian pertama selesai, yaitu tanggal 18-29 Juni 2012. Aku mencoba lebih bijak dan rasional dalam menyiapkan strategi. Mata kuliah dengan nilai E mendapat prioritas pertama untuk aku pelajari dan terpaksanya harus mengorbankan mata kuliah satunya di hari yang sama, kebetulan nilainya sudah B. Aku hanya 8 kali hadir di ruang ujian dan hasilnya cukup memuaskan. Dua mata kuliah menjadi A, 1 nilai E melonjak menjadi C, 1 mata kuliah berubah menjadi B, dan sisanya tetap. Jadi, pada akhir ujian kedua, nilaiku bervariasi, A berjumlah 6 buah, B 5 buah, dan C 2 buah. Hasil yang cukup menggembirakan sebagai pijakan untuk mengejar target cumlaude saat yudisium kelak.

Bersambung

Yogyakarta, 23 Maret 2013

6 responses »

  1. asiikk, tulisan yang ini cukup menenangkan hati.. nasib kita beda tipis ya mas di semester satu, hahahaa
    let’s move on!
    may I’ll be as lucky as you🙂

  2. waaaa… jadi inget pas kita memperjuangkan biar kita bisa kuliah tamu outdoor dg cara kunjungan ke BPOM, Larisa, SP3T.. Modus aja sih itu,, sakjane niatnya kan pengen jalan2 refreshing =P
    kita2 wes bikin proposalnya lho… tapiii..tetep aje ga boleehh T_T
    skrg kita udah pd bertebaran di muka bumi.. mgkn minim bgt cari kesempatan buat jalan2 bareng sekelas (PSPA ’12) Huuuiixxx

  3. hilal… wah tulisanmu mengingatkan kehidupan kampus, hehehe..

    eh ko rasa2nya jamanku buku comdisnya ga kaya gitu.🙂 boleh ga lal, minta bahas isinya tu buku, yg penggunaan obat khusus & potensial kesalahan dalam resep?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s